Menyusuri Rasa Legendaris di Jalan Suryakencana, Surga Kuliner Kota Bogor

 Jalan Suryakencana di Kota Bogor bukan sekadar jalur lalu lintas atau kawasan pecinan tua. Lebih dari itu, jalan sepanjang hampir 1 km ini telah menjadi surga kuliner legendaris yang membaurkan sejarah, budaya, dan cita rasa dalam satu garis lurus penuh aroma menggoda. Siapa pun yang berkunjung ke Bogor, belum lengkap rasanya jika tak mencicipi sajian di sepanjang jalan ini.

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)


Jejak Sejarah di Balik Rasa

Jalan Suryakencana merupakan bagian dari lintasan bersejarah Anyer–Panarukan, jalur yang dibangun pada masa Gubernur Jenderal Daendels di awal abad ke-19. Kawasan ini juga dikenal sebagai pusat permukiman masyarakat Tionghoa sejak zaman kolonial, yang membentuk karakter kuliner unik melalui perpaduan budaya Tionghoa, Sunda, dan Indonesia secara umum.

Tak heran jika kuliner di sini tak hanya memanjakan lidah, tapi juga menyimpan kisah panjang antar-generasi.

 

Lebih dari Sekadar Makan

Berjalan menyusuri Jalan Suryakencana bukan cuma soal mencicipi makanan, tapi juga tentang mengalami budaya. Kamu bisa melihat arsitektur toko tua, rumah-rumah klasik bergaya Cina tempo dulu, hingga deretan toko kelontong yang menjual rempah dan herbal tradisional.

Kawasan ini juga semakin ramai setiap akhir pekan, terutama sejak adanya program Kawasan Wisata Kuliner dan Budaya Suryakencana dari Pemkot Bogor yang mendorong pelestarian sekaligus promosi wisata kuliner berbasis kearifan lokal.

Tips Berwisata Kuliner di Suryakencana

  • Datang pagi untuk menghindari macet dan antrean panjang.
  • Siapkan uang tunai, karena sebagian besar pedagang tidak menerima pembayaran digital.
  • Gunakan transportasi umum atau jalan kaki, karena area ini padat dan minim lahan parkir.
  • Jaga kebersihan dan etika, karena ini adalah kawasan pemukiman aktif.

Jalan Suryakencana adalah bukti bahwa kuliner bisa menjadi penjaga sejarah dan identitas budaya. Di tengah gempuran makanan modern dan franchise global, kuliner Suryakencana tetap berdiri—dengan rasa yang sama, dan cinta yang tak berubah.

Komentar