Kota Bogor yang kita kenal saat ini tak hanya terkenal karena kesejukannya dan sebutan "Kota Hujan". Nama “Bogor” sendiri ternyata menyimpan sejumlah cerita menarik dan versi asal usul yang layak diketahui. Tidak sedikit warga yang mengira nama Bogor berasal dari hal-hal sederhana, padahal sejarahnya lebih kompleks dan kaya.
Nama yang Terkait dengan Tumbuhan Paku
Versi paling populer menyebut bahwa nama “Bogor” berasal
dari kata “pakuan” atau “paku”—yakni jenis tanaman paku-pakuan
(ferns) yang banyak tumbuh di wilayah ini. Dalam bahasa Sunda, kata “paku”
memiliki makna simbolik, yaitu penyangga atau pusat. Karena dulunya wilayah ini
penuh dengan hutan dan tanaman paku, nama “Bogor” diduga lahir dari ciri khas
geografis tersebut.
Selain itu, “Pakuan Pajajaran” adalah nama ibu kota dari
Kerajaan Sunda yang dulu berpusat di kawasan yang kini dikenal sebagai Bogor.
Kata “Pakuan” diyakini sebagai akar dari nama tersebut.
Versi Lain: Dari Kata "Bokor" atau "Bokor
Leutik"
Ada pula yang meyakini bahwa nama "Bogor" berasal
dari kata “bokor”—tempat atau wadah logam berbentuk cekung seperti
mangkuk besar yang digunakan dalam berbagai upacara. Ada kisah rakyat yang
menyebut bahwa tempat ini dahulu disebut “Bokor Leutik” (bokor kecil) yang
kemudian bergeser pelafalannya menjadi “Bogor”. Walau terdengar seperti mitos,
versi ini tetap hidup di tengah masyarakat Sunda.
Jejak Nama Lama: Buitenzorg
Pada masa kolonial Belanda, Bogor pernah diberi nama “Buitenzorg”
yang artinya "tanpa kekhawatiran" atau "tanpa beban". Nama
ini diberikan oleh pemerintah kolonial yang menjadikan wilayah ini sebagai
tempat peristirahatan para pejabat tinggi. Istana Bogor yang kini jadi ikon
kota dulunya adalah kediaman resmi Gubernur Jenderal Belanda.
Namun, nama "Bogor" tetap digunakan oleh penduduk
lokal dan akhirnya diadopsi kembali setelah Indonesia merdeka, menggantikan
istilah Buitenzorg secara resmi.
Nama yang Penuh Makna dan Sejarah
Beragam versi asal usul nama “Bogor” mencerminkan kekayaan
budaya dan sejarah daerah ini. Nama ini tak hanya sekadar sebutan geografis,
tetapi juga mencerminkan warisan dari zaman kerajaan, masa kolonial, hingga era
modern.
Kini, Bogor bukan hanya kota hujan atau tujuan wisata akhir
pekan. Ia adalah kota dengan sejarah panjang yang tersemat bahkan dalam namanya
sendiri—Bogor, nama yang menyimpan jejak tumbuhan, kerajaan, dan peradaban.

Komentar
Posting Komentar