KH. R. Abdullah bin Nuh: Ulama Besar Bogor yang Melekat di Hati Umat

Bogor tidak hanya dikenal sebagai kota hujan dan tujuan wisata, tetapi juga sebagai tempat lahir dan tumbuhnya tokoh-tokoh besar dalam dunia pendidikan dan keagamaan. Salah satunya adalah KH. R. Abdullah bin Nuh, seorang ulama karismatik, cendekiawan, dan pejuang pendidikan Islam yang jejaknya masih terasa hingga kini

.

Sumber: mahadalyjakarta.com

Ulama dan Intelektual Serba Bisa

KH. R. Abdullah bin Nuh lahir di Bogor pada 1905 dan wafat pada 1987. Sejak muda, ia telah dikenal memiliki kecerdasan luar biasa. Ia menguasai berbagai bahasa, seperti Arab, Belanda, Prancis, Inggris, bahkan Latin. Pengetahuannya melampaui ilmu agama—ia juga dikenal sebagai sejarawan, sastrawan, dan wartawan.

Pendidikan agama ditempuhnya di Mekah dan Mesir, membuat wawasan keislamannya sangat luas dan moderat. Ia kerap menulis buku dan artikel dalam berbagai bahasa, salah satunya adalah terjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Sunda yang diterima luas oleh masyarakat Jawa Barat.

Mendirikan Pesantren di Tengah Kota

Salah satu warisan terbesarnya adalah Pondok Pesantren Al-Ghazaly Bogor, yang berdiri sejak 1941. Berlokasi di Jalan Cempaka, pesantren ini menjadi pusat pendidikan Islam yang memadukan ilmu agama dan pengetahuan umum. Sistem pembelajaran ala Abdullah bin Nuh dianggap maju di masanya karena tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pemikiran kritis dan konteks sosial.

Pesantren ini masih aktif hingga kini dan menjadi salah satu rujukan pesantren tertua di Kota Bogor yang memiliki peran besar dalam mencetak kader ulama dan intelektual Muslim.

Jurnalis dan Tokoh Pergerakan

KH. R. Abdullah bin Nuh juga dikenal aktif dalam dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi redaktur majalah Al-Lisan dan menulis di berbagai media dengan fokus pada isu-isu kebangsaan dan keislaman. Dalam masa perjuangan kemerdekaan, ia menjadi tokoh yang menyuarakan pentingnya pendidikan Islam dan peran umat dalam membangun bangsa.

Sebagai penulis, karyanya tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga sejarah dan kebudayaan Sunda. Hal ini menjadikannya sebagai jembatan antara tradisi keislaman dan kearifan lokal.

Warisan yang Tetap Hidup

Meski telah wafat puluhan tahun lalu, nama KH. R. Abdullah bin Nuh tetap hidup di hati masyarakat Bogor. Ia tidak hanya dikenang sebagai pendidik dan ulama, tetapi juga sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai Islam yang moderat, terbuka, dan mencerdaskan.

Hingga hari ini, banyak tokoh dan alumni pesantren yang menyebutnya sebagai panutan. Pemerintah Kota Bogor bahkan pernah mengusulkan namanya sebagai pahlawan nasional—sebuah bentuk penghargaan atas jasa dan pemikirannya yang melampaui zaman.

 

KH. R. Abdullah bin Nuh bukan hanya bagian dari sejarah Bogor, tetapi juga pelita bagi generasi Muslim di Indonesia. Melalui pendidikan, tulisan, dan keteladanan hidupnya, ia terus menginspirasi meski zaman telah berubah.

 

Komentar