Bogor, April 2025 – Arus lalu lintas di jalur Puncak, kawasan wisata favorit di Bogor, mengalami kelancaran yang signifikan selama masa libur Lebaran tahun ini. Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada kondisi ini adalah keputusan pengelola angkutan kota (angkot) untuk tidak beroperasi selama periode libur Lebaran, mulai tanggal 1 hingga 7 April 2025.
Kebijakan
libur operasional angkot ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan
kendaraan di jalur yang kerap mengalami kemacetan parah, terutama saat musim
liburan. Dengan tidak beroperasinya angkot, kendaraan pribadi dan kendaraan
pariwisata menjadi dominan di jalanan, sehingga arus lalu lintas menjadi lebih
teratur dan lancar.
Menurut
Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, kebijakan ini sudah direncanakan sejak awal
dan mendapatkan dukungan penuh dari para pengusaha angkot serta masyarakat
umum. “Kami melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait,
termasuk pengelola angkot dan aparat keamanan, agar kebijakan ini dapat
berjalan lancar tanpa mengganggu mobilitas masyarakat,” ujar Kepala Dinas
Perhubungan Kabupaten Bogor, Bapak Rizal Ramadhan.
Dari hasil
pemantauan yang dilakukan selama masa libur, kemacetan yang biasanya terjadi di
beberapa titik strategis seperti Simpang Gadog, Pasar Cisarua, dan Kawasan
Taman Safari, bisa diminimalisir. Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan
pribadi, sistem manajemen lalu lintas yang baik serta pengaturan lalu lintas
oleh petugas kepolisian turut membantu mengurai kepadatan.
Selain
itu, para wisatawan yang datang ke Puncak juga merasakan kenyamanan selama
perjalanan. Sejumlah pengunjung yang ditemui mengaku senang dengan kondisi lalu
lintas yang lebih lancar dan lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya macet parah, tapi sekarang lancar banget. Saya dan keluarga jadi
lebih nyaman menikmati liburan,” ujar salah satu pengunjung dari Jakarta, Ibu
Sari.
Namun,
kebijakan ini juga menimbulkan beberapa tantangan, terutama bagi masyarakat
yang sehari-hari bergantung pada angkot sebagai moda transportasi utama. Selama
masa libur, mereka harus mencari alternatif transportasi lain, seperti ojek
online, kendaraan pribadi, atau angkutan pariwisata. Untuk itu, pemerintah
daerah juga menyediakan layanan tambahan dan titik kumpul transportasi yang
memudahkan akses ke kawasan Puncak.
Kepala
Kepolisian Resor Bogor, AKBP Dedi Suhendar, menyatakan bahwa pihak kepolisian
akan terus mengawal kebijakan ini agar berjalan efektif dan memastikan keamanan
selama libur Lebaran. “Kami menyiagakan personel di titik-titik rawan kemacetan
dan melakukan pengaturan lalu lintas secara dinamis,” katanya.
Secara
keseluruhan, kebijakan libur angkot selama Lebaran di Bogor menunjukkan hasil
yang positif dan mendapat apresiasi dari masyarakat dan pelaku wisata.
Pemerintah Kabupaten Bogor berencana untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan
penerapan kebijakan serupa pada musim liburan berikutnya guna meningkatkan
kenyamanan dan keselamatan para wisatawan.
Komentar
Posting Komentar