Menelusuri Jejak Sejarah dan Keanekaragaman Hayati di Kebun Raya Bogor​

Terletak di jantung Kota Bogor, Kebun Raya Bogor bukan sekadar taman biasa. Dengan luas sekitar 87 hektar, taman ini menyimpan lebih dari 13.000 spesimen tumbuhan yang mencakup ratusan famili dan ribuan spesies. Didirikan pada tahun 1817 oleh Gubernur Jenderal Belanda, Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen, Kebun Raya Bogor telah menjadi pusat konservasi, penelitian, dan pendidikan botani di Indonesia. Dari koleksi bunga bangkai yang langka hingga taman tematik yang memukau.

Sumber: Jpnn.com


Kebun Raya Bogor, yang terletak di jantung Kota Bogor, Jawa Barat, bukan hanya sekadar taman biasa. Dengan luas sekitar 87 hektar, taman ini merupakan pusat konservasi, penelitian, dan sejarah yang kaya di Indonesia. Berikut beberapa fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui:

1. Didirikan Sejak 1817

Kebun Raya Bogor resmi dibuka pada 18 Mei 1817 oleh Gubernur Jenderal Belanda, Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen. Sejak itu, taman ini menjadi pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

2. Koleksi Tumbuhan yang Luar Biasa

Dengan lebih dari 13.000 spesimen tumbuhan yang mencakup 222 famili, 1.257 genera, dan 3.423 spesies, Kebun Raya Bogor menawarkan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Salah satu daya tarik utamanya adalah bunga bangkai (Amorphophallus titanum) yang langka dan unik.

3. Julukan dan Nama Lain

Selama sejarahnya, Kebun Raya Bogor dikenal dengan berbagai nama, seperti "Boerderij Buitenzorg" (tempat peristirahatan gubernur jenderal), "Land's Plantentuin", dan "Kebun Gede". Nama-nama ini mencerminkan peran dan fungsi taman ini dalam berbagai era.

4. Menuju Warisan Dunia UNESCO

Sejak 2017, Indonesia telah mengusulkan Kebun Raya Bogor untuk masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Pada 26 April 2018, taman ini resmi terdaftar dalam Daftar Sementara Warisan Dunia UNESCO, menandai langkah penting dalam pengakuan internasionalnya.

5. Asal Usul dari Hutan Samida

Sebelum menjadi kebun botani, area ini merupakan Hutan Samida, hutan buatan yang dibangun oleh Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran. Tujuannya adalah untuk melestarikan lingkungan dan menjaga keanekaragaman hayati.

6. Beragam Taman Tematik

Kebun Raya Bogor memiliki berbagai taman tematik, seperti Taman Meksiko yang menampilkan tanaman gurun, Taman Nepenthes dengan koleksi kantong semar, dan Taman Obat yang memamerkan tanaman herbal. Setiap taman menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung.

7. Koleksi Anggrek yang Mengagumkan

Taman ini memiliki koleksi anggrek liar yang mengesankan, dengan sekitar 500 spesies dari lebih dari 100 genera. Grammatophyllum speciosum, anggrek terbesar di dunia, juga menjadi bagian dari koleksi ini.

8. Fasilitas Edukasi dan Penelitian

Kebun Raya Bogor dilengkapi dengan fasilitas edukasi seperti Ecodome dan Laboratorium Treub. Ecodome berfungsi sebagai pusat pendidikan lingkungan, sementara Laboratorium Treub mendukung penelitian konservasi ex situ.

9. Museum Zoologi

Terletak di dekat pintu masuk utama, Museum Zoologi menampilkan koleksi spesimen hewan yang diawetkan, termasuk kerangka paus biru raksasa dan berbagai spesies serangga. Museum ini menawarkan wawasan mendalam tentang keanekaragaman fauna Indonesia.

10. Taman Astrid yang Bersejarah

Taman Astrid dibangun untuk menyambut kunjungan Ratu Astrid dari Belgia pada tahun 1929. Jalan di taman ini dihiasi dengan bunga kana berwarna merah dan kuning, melambangkan bendera Belgia.

 

Kebun Raya Bogor bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga simbol penting dalam sejarah dan ilmu pengetahuan Indonesia. Dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa dan warisan budaya yang kaya, taman ini layak menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.

 

Komentar