Mulai 23 April 2025, pengguna Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) akan menghadapi kenaikan tarif di beberapa titik penting, khususnya pada ruas Sentul Selatan hingga Simpang Semplak. Keputusan ini dikeluarkan oleh pihak pengelola tol untuk menyesuaikan dengan biaya pemeliharaan dan peningkatan fasilitas jalan, yang kini telah meningkat seiring dengan berkembangnya infrastruktur di kawasan tersebut.
Menurut
keterangan dari PT Marga Sarana Jabar, pengelola tol BORR, kenaikan tarif ini
sudah melalui proses evaluasi dan disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk kendaraan golongan I, tarif yang sebelumnya Rp
9.500 akan naik menjadi Rp 10.500. Sedangkan untuk kendaraan golongan II dan
III, tarif naik antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000, bergantung pada golongan
kendaraan.
Keputusan
ini tentunya mempengaruhi ribuan kendaraan yang setiap harinya melintasi tol
BORR, baik itu kendaraan pribadi maupun angkutan barang. Salah seorang pengguna
harian tol BORR, Rani, mengungkapkan kekecewaannya dengan kenaikan tarif
tersebut. "Saya setiap hari lewat sini, ini sangat terasa bagi yang tiap
hari harus bayar tol. Kenaikan ini bikin pengeluaran bulanan jadi lebih
besar," katanya.
Pihak
pengelola tol BORR menjelaskan bahwa kenaikan tarif ini juga bertujuan untuk
memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Beberapa peningkatan yang akan
dilakukan antara lain peningkatan sistem pengawasan lalu lintas, peningkatan
fasilitas keamanan, serta perbaikan kondisi jalan agar lebih aman dan nyaman
bagi pengguna. Selain itu, pengelola juga berencana untuk memperluas jumlah
rest area untuk kenyamanan pengguna.
Pemerintah
Kabupaten Bogor melalui Dinas Perhubungan menyatakan bahwa pihaknya akan
memonitor perkembangan lalu lintas pasca-kenaikan tarif ini. Mereka juga
berencana untuk menyediakan alternatif jalur di luar tol bagi pengendara yang
merasa keberatan dengan tarif yang meningkat. "Kami akan memastikan jalan
alternatif tetap lancar dan nyaman, sehingga masyarakat memiliki pilihan untuk
menghindari kenaikan tarif tol," ujar seorang pejabat Dinas Perhubungan
Kabupaten Bogor.
Meski
demikian, bagi beberapa pengguna, meski harga naik, keberadaan tol ini masih
lebih praktis dan efisien daripada harus terjebak dalam kemacetan di
jalan-jalan kota. Bagi mereka, kenyamanan dan kecepatan perjalanan tetap
menjadi prioritas utama meski harus merogoh kocek lebih dalam.
Dengan
adanya kenaikan tarif ini, masyarakat Bogor dan pengguna tol diharapkan dapat
lebih memahami pentingnya perawatan dan pengembangan infrastruktur yang ada.
Meskipun tarif naik, kualitas pelayanan dan kenyamanan jalan tol yang lebih
baik diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pengguna.

Komentar
Posting Komentar